Tiga Kantor Polisi di Karanganyar Dapat Orderan Online Fiktif

Tiga Kantor Polisi di Karanganyar Dapat Orderan Online Fiktif

Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, terjadi tiga kali penipuan dengan modus order fiktif yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan anggota Polsek di Karanganyar.

Menurut informasi dari berbagi sumber, anggota Polsek yang menjadi korban order fiktif tersebut terjadi di Karangpandan, Tawangmangu yang terjadi pekan lalu, dan Polsek Jaten yang terjadi pada hari Selasa (2/2/2021) kemarin.

Informasi dari berbagai sumber, dilaporkan bahwa pelaku memesan makanan dan minuman di warung tedekat dengan institusi pemerintah itu. Tidak cukup memesan makanan dan minuman, pelaku juga meminta tolong korban membelikan pulsa telepon dan mengirim ke nomor tertentu senilai Rp 200.000 hingga Rp 250.000.

Saat melancarkan aksi, pelaku order fiktif itu menghubungi nomor handphone atau Whatsapp warung makan yang akan menjadi korban. Dia memesan makanan dengan jumlah tertentu mengatasnamakan anggota maupun pegawai di institusi tersebut.

Baca Juga:  Fahri Hamzah-Ahok Sudah Temui Gibran di Solo, Bagaimana dengan Fadli Zon?

Iptu Achmad Riedwan Prevost selaku Kapolsek Jaten menyampaikan anggota Polsek Jaten yang bertugas pagi hari menerima kiriman makanan dari tukang ojek yang mengenakan jaket salah satu ojek online.

Achmad menjelaskan bahwa pemesanan dilakukan tidak menggunakan aplikasi resmi.

Setelah pelaku memesan melalui telepon, pemilik warung lantas meminta jasa driver salah satu akun resmi untuk mengirimkan pesanan tersebut.

Achmad menuturkan, “Order fiktif ini sama seperti yang terjadi di Polsek Tawangmangu dan Polsek Karangpandan. Tidak melalui akun resmi. Pelaku hanya memesan melalui telepon”.

Ia menambahkan bahwa sebelum mengirim pesanan, pelaku meminta pulsa senilai Rp 200 ribu, nanti dibayar di lokasi.

Untuk informasi, penipu memasang gambar lelaki mengenakan seragam polisi. Pada dada tertulis nama Iqbal Prasetia G. Padahal tidak ada polisi anggota Polsek Jaten dengan nama tersebut

Baca Juga:  Minta Uang Secara Paksa ke Peziarah, Pembersih Makam Bonoloyo Ditertibkan

“Kasihan kan kalau seperti itu. Sampai kantor, anggota ya bingung wong tidak merasa pesan dan tidak ada anggota dengan wajah seperti itu. Ya saya ganti uang untuk beli makanan. Dimakan anggota di kantor. Tetapi pulsa tidak saya ganti,” tutur dia.

Sementara itu, AKP Tegar Satrio Wicaksono -Kasatreskrim Polres Karanganyar- menjelaskan bahwa penipuan dengan modus order fiktif itu sudah ditangani oleh polsek masing-masing.

Tegar mengatakan, “Kami minta tetap hati-hati dan waspada. Saat ini banyak aksi kejahatan dilakukan. Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat jika menemukan adanya kasus seperti ini segera melapor”.

Tags: , ,