Tiga Saksi Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Waskita Karya

Tiga Saksi Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Waskita Karya

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi untuk tersangka Desi Arryani (DSA). Yang bersangkutan sebelumnya diketahui merupakan mantan pejabat PT. Waskita Karya (Persero ) Tbk dan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga (Persero ) Tbk.

Pemeriksaan terkait penyidikan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang sebelumnya dikerjakan Waskita Karya.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, ketiga (3) orang tersebut akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Desi Arryani. Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Yang bersangkutan (3 orang) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka DSA (Desi Arryani),” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Baca Juga:  Kasus Korupsi Eks Bupati Lampung Tengah, KPK Dalami Keterangan 5 Saksi

Ali menjelaskan, ketiga (3) saksi yang akan diperiksa adalah Mohammad Hosen mantan Komisaris PT Arryana Sejahtera, Hendra Adityawan Kepala Seksi Administrasi Kontrak Tol Benoa Waskita Karya dan Wagimin staf Keuangan Divisi II Waskita Karya.

Sementara itu, penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus ini yaitu Desi Arryani (DSA). Berikutnya tersangka mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Jarot Subana (JS).

Selanjutnya tersangka mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Faqih Usman (FU). Kemudian tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR).

Terakhir tersangka mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Baca Juga:  5 Orang Saksi Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus PT Waskita Karya

Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering dan PT Aryana Sejahtera.

Berdasarkan hasil laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pemeriksaan Investigatif dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut diperkirakan mencapai Rp 202 miliar.

Kelima (5) tersangka tersebut disangkakan telah melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto pasal 65 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Tags: , ,