TikTok Cash dan Snack Video Ilegal

TikTok Cash dan Snack Video Ilegal

Aplikasi TikTok Cash dan Snack Video resmi masuk dalam daftar entitias ilegal.

Kedua aplikasi tersebut sudah ditegur oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) agar segera berhenti beroperasi atau menutup aplikasinya di platform manapun.

Diketahui, sejak hari Jumat (26/2/2021) lalu, imbauan tersebut telah dilayangkan oleh SWI kepada Snack Video.

Pasalnya, aplikasi menonton video pendek itu tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kementerian Komunikasi dan Informatika, juga tidak memiliki badan hukum dan izin di Indonesia.

Hal yang sama juga disampaikan kepada TikTok Cash, pihak SWI bahkan sampai memberi perintah kepada Kominfo agar menghentikan aplikasi tersebut.

Pada hari Senin (1/3/2021) kemarin, Tongam L. Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi menuturkan, “Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh. Kami juga telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat”.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu mewaspadai penawaran-penawaran dari berbagai pihak yang seakan-akan memberikan keuntungan mudah tetapi berpotensi merugikan penggunanya.

Selain kedua aplikasi tersebut, SWI juga menemukan 26 entitas kegiatan usaha yang diduga tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Dari 28 entitas tersebut di antaranya melakukan kegiatan sebagai berikut:

– 14 Kegiatan Money Game
– 6 Crypto Aset, Forex dan Robot Forex tanpa izin
– 3 Penjualan Langsung/Direct Selling tanpa izin
– 1 Equity Crowdfunding tanpa izin
– 1 Penyelenggara konten video tanpa izin
– 1 Sistem pembayaran tanpa izin
– 2 Kegiatan lainnya

Untuk informasi, pada bulan Februari kemarin, SWI juga berhasil menemukan 51 kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang berpotensi meresahkan masyarakat karena sering melakukan ancaman serta intimidasi jika menunggak pinjaman.

“Satgas Waspada Investasi terus berupaya memberantas kegiatan fintech peer to peer lending ilegal ini antara lain dengan cara mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum”, kata Tongam.

Tags: , ,