Tim Bajo Minta KPU Solo Lebih Intensif Sosialisasikan Pilkada 2020

Tim Bajo Minta KPU Solo Lebih Intensif Sosialisasikan Pilkada 2020

Tim Pemenangan Pasangan jalur independen yakni Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) merasa yakin akan memenangi Pilkada Solo 2020 dengan kemenangan suara sebesar 80 persen.

Sikap optimis tersebut didasari oleh dukungan saat ini yang sudah mencapai 70.240 orang.

Dukungan sebanyak itu terdiri atas 30.217 orang yang tergabung dalam koalisi rakyat. Lalu 40.023 pendukung murni dari luar koalisi rakyat.

Hal tersebut adalah pernyataan dari Ketua Tim Pemenangan Bajo yakni Sigit Prawoso pada hari Selasa (3/11/2020) kemarin saat konferensi pers di Posko Pemenangan Bajo, Kerten, Laweyan, Solo.

Sigit mengatakan, “Dengan sisa waktu yang ada kami targetkan 80 persen lebih perolehan suara. Secara matematika, dari 30.217 orang saja, dengan sistem sekasur, sedapur, sesumur, besar kemungkinan hasil yang kami dapatkan Bajo bisa menang 80 persen lebih”.

Baca Juga:  Sudah Tiba di Kantor KPU Solo, Ribuan Surat Suara Pilkada 2020 Akan Disortir

Pihaknya juga menerangkan bahwa dukungan untuk Bajo berasal dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat, antara lain yakni komunitas wedangan Solo, komunitas senam Gentan. Kemudian dari Solo Madani, Islam Madani, dan elemen lainnya.

Tidak hanya itu, pendukung Bajo juga tersebar mulai dari Banjarsari 21.948 orang, Jebres 18.731 orang, serta Laweyan 8.871 orang dan dukungan dari Serengan 11.975 orang dan Pasar Kliwon 8.649 orang.

Selain daftar tersebut ada pula 66 pendukung yang tidak diketahui tinggal di kecamatan mana. Pasalnya mereka tidak mencantumkan asal kecamatan atau lokasinya.

Sementara itu, Sigit juga berharap bahwa KPU Solo intensif menyosialisasikan Pilkada Solo 2020.

Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat Solo paham pada setiap tahapan pilkada, termasuk siapa saja pasangan calon yang berkompetisi.

Baca Juga:  Bawaslu Solo : Kasus HRS dan Pendaftaran Paslon di KPU itu Yurisdiksi yang Berbeda

Sigit menjelaskan, “Kami tim pemenangan merasakan betul masyarakat masih banyak yang belum mengetahui, dan ini pernah saya sampaikan Bu Nurul Ketua KPU Solo. Hendaknya memberikan pembinaan agar bisa merata”.

Pada kesempatan lain, Tuntas Subagyo mengakui bahwa geregetan dengan masih adanya masyarakat yang menganggap pasangan Bajo adalah boneka atau setingan.

Tuntas mengatakan, “Sampai hari ini saya masih mendengar Bajo setingan, bajo dibayar”.

Ia juga merasakan adanya beberapa kejadian yang secara politis mendiskreditkan pasangan Bajo. Padahal Tikus Pithi telah bekerja all out menggalang dukungan.

Hal tersebut termasuk mendatangkan pengurus Tikus Pithi Hanata Baris dari Jatim, Jateng, dan Jogja.

Langkah tersebut sebagai bukti upaya nyata untuk memenangkan pasangan Bajo.

Tags: , ,