Transformasi Metode Belajar dalam Kondisi Covid-19

Siswa Belajar

Belajar merupakan kegiatan yang tidak akan berhenti sampai selamanya. Ada pepatah lama tapi masih relevan yakni, tuntunlah ilmu sampai ke liang lahat. Ada juga yang lain, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.

Belajar merupakan hal yang dapat memberikan hal positif jika yang dipelajari hal yang positif.
Belajar dapat dilakukan dalam berbagai tempat. Dalam dunia pendidikan ada yang namanya sekolah formal, informal dan nonformal.
Semenjak adanya covid-19, telah terjadi transformasi dalam proses pembelajaran.
Wilsen salah satu siswa kelas tiga SD Negeri 1 Jetis Sukoharjo, sudah mengalami transformasi metode pembelajaran.

Sebelum ada pandemi covid-19, Wilsen biasanya diantar ke sekolah oleh ibunya. Namun, sejak ada pandemi covid-19, proses pembelajaran konvensional telah mengalami transformasi.
Pembelajaran yang diikuti Wilsen sekarang hanya dilakukan secara online, yang membatasi dirinya berinteraksi dengan teman kelas dan juga guru.

Baca Juga:  Terkait BPUM, Pelaku Usaha Mengeluh Ke Disdagnakerkop Dan UKM Karanganyar

Layar monitor atau layar smartphone menjadi media perantara Wilsen dengan guru menggunakan aplikasi Whatapps untuk mengirim tugas dan menerima tugas yang diberikan guru untuk dikerjakan rumah. **

Tags: