Uang Korupsi Rp 2 M Proyek RSUD Sragen Dikembalikan ke Kas Daerah

Uang Korupsi Rp 2 M Proyek RSUD Sragen Dikembalikan Kas Daerah

Pada hari Selasa (19/1/2021), uang tunai senilai Rp 2.016.766.740 diserahkan oleh Kejaksaan Negeri Sragen kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Uang tersebut adalah pengembalian kerugian negara dari kasus dugaan korupsi pengadaan sentra operation komer (OK) atau Ruang Sistem Operasi RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen pada 2016.

Pada Selasa (19/1/2021) ini, Sinyo Redy Benny Ratag selaku Kepala Kejaksaan Negeri Sragen mengatakan, “Kita serahkan kas daerah melalui Pemkab Sragen. Uang tersebut merupakan pengembalian kerugian negara kasus dugaan korupsi pengadaan sentra operation komer (OK) RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen sesuai putusan Pengadilan Tinggi Semarang”.

Ia juga menjelaskan bahwa kerugian negara sebesar Rp 2,016 miliar ini diserahkan oleh Rahardian Wahyu, pengusaha asal Solo yang bertindak sebagai penyedia barang, Februari 2020 lalu.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

Setelah kasusnya inkrah, uang tersebut dikembalikan ke kas negara.

Sinyo menjelaskan, “Sudah inkrah di tingkat banding. Terpidana Rahadian Wahyu tidak mengajukan kasasi”.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa pengembalian kerugian negara ini merupakan komitmen bersama pemerintah dan kejaksaan dalam penanganan kasus korupsi.

Sehingga dalam penegakan hukum juga diupayakan pengembalian kerugian negara.

“Ini dalam rangka kontribusi kejaksaan untuk pemulihan ekonomi nasional. Apa guna kita menghukum orang, namun negara tetap dirugikan”, katanya.

Sementara itu, Kusdinar Untung Yuni Sukowati selaku Bupati Sragen memberikan sambutan baik terkait pengembalian kerugian negara tersebut.

Ia berharap bahwa dana tersebut dapat segera digunakan untuk mendukung pembangunan.

Yuni menuturkan, “Sudah masuk ke kas daerah, bisa digunakan. Apapun kebutuhannya kita bisa gunakan, sebagai pendapatan lain-lain yg sah”.

Untuk informasi, kasus dugaan korupsi ini menjerat tiga orang yakni Djoko Sugeng, mantan Direktur Umum RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Nanang Y, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); dan Rahadian Wahyu selaku penyedia barang.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Jembatan Mojo Sudah Dimulai, Hanya Kendaraan Roda 2 yang Bisa Lewat

Tiga orang itu divonis hukuman enam tahun penjara. Vonis itu jauh lebih berat dari tuntutan jaksa yakni 18 bulan atau 1,5 tahun penjara.

Ketiganya dinilai terlibat dalam pengondisian harga perlengkapan ruang sistem operasi dalam proyek senilai total Rp8 miliar berasal dari dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jateng.

Ketiga terpidana sama-sama dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/2019 Jo Pasal 55.

Tags: , ,