Uang Tunai Tak Laku di Korowai Papua , Emas Jadi Alat Pembayaran

Uang Tunai Tak Laku di Korowai Papua , Emas Jadi Alat Pembayaran

Di Kampung Kawe, Distrik Kawinggon, Pegunungan Bintang, uang nyaris tidak bernilai di lokasi penambangan tersebut. Semua transaksi dilakukan dengan sistem barter. Mereka harus menggunakan emas menjadi alat transaksi resmi.

Senggaup Mining Hengki Yaluwo -Kepala Bidang Produksi Koperasi Kawe- mengatakan, “Misalnya, satu dus mi instan ditukar (dihargai) dengan 4 gram emas. Atau satu selop rokok ditukar dengan 1 gram emas”.

Untuk pembelian bahan pokok pun tak luput dari transaksi barter ini, seperti gula, kopi, dan beras, termasuk bahan bakar minyak. Sekarung beras berukuran 25 kilogram, misalnya dihargai 27 gram emas.

“(Kemudian), premium sebanyak 35 liter ditukar dengan 8-10 gram emas. Barang paling mahal itu ialah handphone, yakni (seharga) 15 gram emas (sebuah),” imbuh Yaluwo.

Baca Juga:  Pimpinan KPK Buka Suara Terkait Mobil Dinas

Yaluwo menuturkan, transaksi dengan menggunakan emas tersebut berlaku di setiap lokasi penambangan di Korowai. “Uang hampir tidak berlaku. Semua barang dibarter dengan emas”, jelasnya.

Kawasan penambangan emas di Korowai terletak di lokasi terpencil. Akses transportasinya pun sangat terbatas, yakni hanya bisa dengan menggunakan helikopter dari Boven Digoel.

Setidaknya diperkirakan ada 17 lokasi penambangan emas di Korowai. Lokasi itu tersebar di Pegunungan Bintang, Yahukimo, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel. Adapun area penambangan terbesar berada di Bravo Tujuh, Pisang-Pisang, dan Kawe.

Keberadaan pertambangan emas tersebut diduga beroperasi tanpa izin dan telah diprotes banyak kalangan bahkan oleh pemerintah setempat. Aktivitas penambangan dinilai merusak lingkungan dan menimbulkan permasalahan sosial.

Keberadaan penambangan emas liar juga dikhawatirkan menjadi kluster penyebaran virus corona di Papua. Hal itu lantaran banyak di antara pekerja tambang mereka terkonfirmasi positif terinfeksi corona sehingga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke.

Baca Juga:  Kasus RTH Pemkot Bandung, KPK Periksa Kabid Perusahaan Daerah Pasar Kota Bandung

Sejumlah operasi penertiban dengan melibatkan Pemerintah Provinsi beserta Polda Papua, dan Kodam Cenderawasih pun dilancarkan untuk menutup paksa penambangan tersebut. Namun, efek dari razia besar-besaran itu tidak bertahan lama. Belakangan, aktivitas penambangan tersebut menggeliat kembali.

Beberapa waktu lalu, Silwanus Soemoele -Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua- mengatakan, “Kami minta pemerintah daerah setempat meningkatkan surveilans untuk mendeteksi penyebaran virus (di lokasi pertambangan Korowai). Mereka harus mengambil langkah taktis guna menanggulangi pandemi Covid-19″.

Tags: , ,