Ujian Nasional Dihapus, Mendikbud Ganti Dengan Asesmen Nasional

Ujian Nasional Dihapus, Mendikbud Ganti Dengan Asesmen Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional pada tahun 2021. Nantinya, Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Nadiem menyebut, Asesmen Nasional menjadi penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan. Peningkatan sistem evaluasi pendidikan menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang juga didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo.

Pada Webinar Koordinasi Asesmen Nasional hari Selasa (6/10/2020) kemarin, Nadiem mengatakan, “Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia”.

Nadiem menjelaskan, diadakannya Asesmen Nasional pada 2021 tidak memerlukan persiapan khusus di sekolah atau pada siswa. Menurutnya, bimbingan belajar seperti ketika menghadapi Ujian Nasional (UN) tidak diperlukan untuk menghadapi Asesmen Nasional.

Pada penjelasan mengenai Asesmen Nasional di Youtube resmi Kemendikbud hari Rabu (7/10/2020) kemarin, Nadiem menyatakan, “Sangat penting dipahami, terutama oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua bahwa Asesmen Nasional untuk tahun 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus, maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis sendiri. Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus demi Asesmen Nasional”.

Baca Juga:  KPK Jelaskan Kontruksi Kasus Suap Wali Kota Tasikmalaya

Pengertian Assessment

Assessment atau disebut juga dengan penilaian adalah suatu penerapan dan penggunaan berbagai cara dan alat untuk mendapatkan serangkaian informasi tentang hasil belajar dan pencapaian kompetensi dari peserta didik. Hasil penilaian pembelajaran adalah hasil analisis sejumlah fakta tentang performance (unjuk kerja) peserta didik dalam proses penguasaan kompetensi yang diharapkan.

Fakta-fakta yang dikumpulkan, diolah, dianalisis, diinterpretasi, dan disimpulkan merupakan jabaran kompetensi yang diharapkan (kompetensi dasar minimal) ke dalam sejumlah sub-kompetensi beserta sejumlah indikator dan deskriptor tertentu. Pengumpulan fakta atau bukti kinerja peserta didik menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi.

Fungsi Assessment

Dalam suatu kegiatan belajar mengajar, assessment atau penilaian ini memiliki peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan assessment memiliki 2 fungsi.

Formatif

Yang dimana assessment digunakan untuk memberikan feedback atau umpan balik kepada para guru untuk dijadikan dasar dalam memperbaiki dan membenahi proses pembelajaran serta mengadakan remedial untuk para peserta didik.

Baca Juga:  Hong Artha Didakwa Suap Anggota DPR dan Kepala BPJN IX

Sumatif

Yaitu untuk menentukan nilai hasil belajar siswa dalam satu mata pelajaran tertentu sehingga kemudian dapat dijadikan bahan dalam pemberian laporan, penentuan kenaikan kelas dan juga penentuan lulus atau tidaknya siswa.

Tujuan Assessment Untuk Siswa

1. Sebagai umpan balik siswa dalam meningkatkan usaha belajarnya.
2. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya.
3. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran.
4. Untuk memotivasi siswa.
5. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan siswa.

Mendikbud Nadiem Makarim juga menyatakan bahwa Asesmen Nasional tidak hanya dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional, tapi juga sebagai penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan.

Nadiem juga menjelaskan, bahwa terdapat tiga aspek yang masuk dalam Asesmen Nasional tersebut di antaranya yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Kerja.

Menurut Nadiem, AKM dirancang untuk mengukur tingkat pencapaian siswa dari segi numerasi dan literasi. Kemudian, aspek kedua ditujukan untuk mengukur pencapaian siswa terhadap pembelajaran sosial-emosional. Sedangkan aspek terakhir yaitu dinilai dari kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Tags: , ,