Ulah Penambang Bitcoin, PLN Malaysia Merugi Rp 30 Miliar

Ulah Penambang Bitcoin, PLN Malaysia Merugi Rp 30 Miliar

Seperti yang diketahui, aktivitas dari penambangan mata uang digital membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Hal ini lantaran kerap melibatkan banyak perangkat komputer yang dinyalakan secara terus-menerus.

Terkait dengan aktivitas tersebut, kasus pencurian listrik akibat hal ini pun sering dilaporkan.

Seperti yang terjadi di Malaysia, sindikat penambang Bitcoin di Negeri Jiran tersebut diprediksi mengakibatkan kerugian sebesar 8,6 juta ringgit atau sekitar Rp 30 miliar, karena mencuri listrik dari Tenaga Nasional Berhad (TNB).

Untuk informasi, TNB adalah semacam PLN di Indonesia.

Kepolisian Malaysia di Johor pada pekan ini dilaporkan telah menggerebek sindikat terkait dan membekuk sebanyak tujuh orang tersangka dari operasi besar-besaran di empat distrik bersama THB.

Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay selaku Kepala Kepolisian Johor mengatakan bahwa pihaknya turut menyita 1.746 unit mesin penambang Bitcoin senilai 2,6 juta ringgit atau sekitar Rp 9 miliar (kurs Rp 3.400) dari 21 titik di Johor Baru Selatan, Seri Alam, Tangak, dan Muar.

Ayop menjelaskan, “Masing-masing unit penambang membutuhkan satu tenaga kuda (horsepower/PK), hampir sama dengan yang dibutuhkan oleh sebuah AC yang menyala hingga 24 jam”.

“Satu unit mesin penambang Bitcoin dijual di (toko) online dengan harga 200-300 ringgit (sekitar Rp 700.000-Rp 1 juta), tergantung kapasitasnya”, ungkapnya.

Ia juga menerangkan bahwa operasi penangkapan penambang Bitcoin dilakukan selama sebulan, di mana para penyelidik mengumpulkan informasi intelijen sebelum menggagalkan sindikat tersebut.

Para pelaku memodifikasi kabel elektronik yang digunakan untuk mencuri listrik guna menunjang aktivitas penambangan Bitcoin di negara bagian tersebut.

Penangkapan ketujuh tersangka berikut mesin-mesin penambang diyakini telah melumpuhkan sindikat itu.

Ayob juga menambahkan, kepolisian akan melanjutkan investigasi untuk melacak dalang sindikat dan anggota lain yang belum dibekuk.

“Penyidik tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sindikat ini terkait dengan sindikat lain yang ada di luar negeri dengan modus operandi yang sama untuk melakukan penambangan Bitcoin,” tutupnya.

Tags: , ,