UMK 2021 Serikat Buruh Karanganyar Minta Naik 3%

UMK 2021 Serikat Buruh Karanganyar Minta Naik 3%

Pada hari Rabu (21/10/2020) lalu, saat sesi audiensi dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Serikat buruh di Karanganyar sempat mengungkapkan keinginan mereka agar terdapat peningkatan upah minimum kabupaten (UMK) Karanganyar pada 2021 sebesar 3 persen dibandingkan saat ini.

Dengan demikian, kajian tersebut nantinya masih akan dikoordinasikan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Karanganyar.

Namun meskipun tidak mendesak secara keras, para buruh tersebut menyinggung permasalahan tersebut berdasarkan kebutuhan dan kondisi saat ini yang membutuhkan adanya kenaikan UMK Karanganyar sekitar 3 persen.

Untuk informasi, saat ini UMK di Karanganyar sebesar Rp 1,989 juta.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi jika dibandingkan UMK yang ditetapkan oleh kabupaten atau kota lainnya di Soloraya.

Eko Supriyanto selaku Ketua Gerakan Buruh Karanganyar (Gebuk) menyampaikan harapan setidaknya UMK untuk buruh di Karanganyar bisa meningkat menjadi sekitar Rp 2 juta.

Eko mengatakan, “Selain soal penolakan UU Ciptaker, kami juga menyinggung soal permintaan untuk kenaikan UMK. Ada beberapa faktor yang kami kaji, hitungan kasarnya kami harap ada peningkatan setidaknya 3 persen. Setidaknya bisa Rp 2 juta sekian untuk bisa memenuhi kebutuhan pengeluaran para buruh setiap bulannya,” terangnya.

Di sisi lain, Juliyatmono -Bupati Karanganyar- menjelaskan bahwa harapan para buruh terkait peningkatan UMK Karanganyar masih harus dikoordinasikan dengan APINDO sebagai pihak pemberi kerja. Sehingga, muncul solusi yang baik untuk semua pihak.

Yuli, sapaan Bupati Karanganyar itu, menuturkan, “Terkait tuntutan untuk kenaikan UMK, secepatnya kami akan komunikasi dengan APINDO. Ada dialog supaya ada solusi yang baik lah untuk kebaikan bersama. Untuk jumlahnya harus sabar karena ada beberapa metode kajian yang harus dipertimbangkan dan dihitung”.

Sementara itu, Edy Darmawan -Ketua APINDO Karanganyar- menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan terkait perubahan UMK Karanganyar.

Tetapi, dari sisi pengusaha menurutnya kemungkinan untuk meningkatkan UMK sangat berat di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pihaknya justru berharap UMK tahun 2021 tidak berubah dari tahun ini.

Edy menjelaskan, “Biasanya November sudah selesai pembahasan UMK. Tapi sampai saat ini memang belum ada pembahasan terkait itu ataupun koordinasi. Kami berat juga memenuhi permintaan itu. Karena fokus kami bagaimana perusahaan bisa berjalan dulu. Kalau sudah pulih nanti ekonominya baru mungkin bisa dipertimbangkan kalau mau ada peningkatan UMK”.

Tags: , ,