Update Kasus Covid-19 di Jateng 18 April 2021

Update Kasus Covid-19 di Jateng 18 April 2021

Data persebaran kasus Covid-19 telah diperbarui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi dari laman corona.jatengprov.go.id pada hari Minggu (18/4) pukul 12.00 WIB kemarin, tercatat terdapat sebanyak 6.558 pasien yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri, sebanyak 162.721 pasien sembuh, dan sebanyak 11.367 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa saat ini masalah pandemi Covid-19 belum selesai.

Namun, beragam upaya yang sudah dikerjakan secara bersama-sama ini harus tetap dipertahankan.

Penurunan positif Covid-19 saat ini adalah tren baik yang harus dipertahankan.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, “Kita masih ada PR besar, agar Covid yang kurvanya makin turun kita jaga. Judulnya kira-kira, ‘ojo kesusu‘, (jangan terburu-buru)”.

Mengutip dari laman humas.jatengprov.go.id, Ganjar menekankan, bahwa sosialisasi harus tetap dilakukan lantaran vaksinasi bukan jalan terakhir untuk melawan pandemi Covid-19.

Ditambah lagi, jumlah vaksin juga masih sangat terbatas sehingga belum banyak yang mendapatkan.

Orang nomer satu di Jawa Tengah itu menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan ini Jawa Tengah ditargetkan akan mendapat dua juta vaksin. Tetapi, realisasinya baru sebanyak 200 ribu vaksin.

Hal tersebut membuat pemerintah harus mengelola jumlah vaksin yang ada sebaik mungkin sesuai skala prioritas.

“Maka kami (Pemerintah Provinsi) betul-betul harus mengelola (vaksin) termasuk sekolahan yang mulai uji coba tatap muka. Kami siapkan guru-gurunya. Kita mesti sabar. Kemarin saya minta (daerah) untuk hati-hati. Titip kepada kawan-kawan (kepala daerah) di kabupaten/ kota agar sekolah-sekolah yang tatap muka ditiliki,” ujar Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga menyampaikan bahwa masyarakat harus diberi pemahaman, bahwa adanya vaksinasi yang sedang berlangsung, bukan berarti sudah boleh mengendurkan protokol kesehatan.

Pihaknya berharap masyarakat tidak menjadi gegabah karena anggapan yang kurang tepat tentang vaksinasi.

“Seolah-olah semua yang sudah divaksin itu punya tameng, ditembak (virus Covid-19) tidak apa-apa, kata siapa?”, ucapnya.

Tags: , ,