Usai Konflik, Perdana Menteri Tunisia Mundur

Usai Konflik, Perdana Menteri Tunisia Mundur

Di tengah krisis politik yang sedang terjadi, Elyes Fakhfakh -Perdana Menteri Tunisia- secara resmi mengundurkan diri usai terjadi perselisihannya dengan Partai Ennahdha (Partai pemenang pemilu). Ennahdha merupakan partai pemenang pemilihan legislatif pada Oktober 2019 lalu.

Pengunduran diri Fakhfakh datang sebagai kampanye untuk menggulingkannya dalam mosi tidak percaya yang mengumpulkan momentum.

Mengutip dari AFP, menurut dua sumber resmi yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa pada hari Rabu (15/7/2020) Fakhfakh menyatakan dirinya mundur.

Fakhfakh yang sedang diselidiki soal konflik kepentingan, telah membuat renggang dengan Partai Ennahdha yang tidak menguasai parlemen secara mutlak dari total kursi 217 di parlemen, mereka hanya menduduki 54 kursi saja.

Baca Juga:  Elemen Masyarakat Sragen Dukung Kotak Kosong Karena Kecewa Dengan Parpol

Sebelumnya, pada hari Rabu (15/7/2020) Partai Ennahdha mengajukan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri tersebut. Di bawah konstitusi Tunisia, mosi tidak percaya hanya berhasil jika parlemen secara bersamaan menyetujui perdana menteri lainnya,

Ennahdha menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memulai negosiasi untuk menemukan seorang kandidat yang dapat diterima oleh mayoritas anggota parlemen.

Ekonomi Tunisia yang sudah rapuh sejak itu dipukuli oleh pandemi virus Corona (COVID-19).

Pada hari Senin (13/7/2020) saat konferensi pers, Abdelkarim Harouni -Pejabat Senior Ennahdha- menuturkan, “Situasi ekonomi dan sosial sangat serius dan hanya dapat diatasi oleh pemerintah yang kepalanya tidak dicurigai memiliki konflik kepentingan”.

Untuk informasi, Fakhfakh adalah pemimpin sebuah partai sosial demokrat kecil, telah diselidiki atas dugaan kegagalan menyerahkan kendali atas saham yang dimilikinya di perusahaan swasta yang telah memenangkan kontrak publik dalam beberapa bulan terakhir.

Tags: , ,