Vaksin Corona Bentuk Pil Mulai Uji Klinis Juni 2021

Vaksin Corona Bentuk Pil Mulai Uji Klinis Juni 2021

Vaksin virus Corona dalam bentuk pil dijadwalkan memasuki tahap pertama uji klinis pada manusia tahun ini.

Oravax selaku perusahaan yang mengerjakan vaksin tersebut, mengumumkan melalui siaran pers bahwa mereka berharap bisa memulai uji klinis tahap pertama ini di bulan Juni.

Langkah tersebut hanyalah tahap paling awal dari pengembangan vaksin.

Tidak ada jaminan keberhasilan, dan meskipun berhasil, mungkin perlu waktu satu tahun atau lebih sebelum diizinkan untuk digunakan.

Untuk informasi, Moderna dan Pfizer telah memulai uji coba pada manusia untuk pertama kalinya masing-masing pada bulan Maret dan Mei 2020.

Mengutip dari Business Insider pada hari Sabtu (27/3/2021) vaksin oral atau lewat mulut adalah salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan sebagai vaksin generasi kedua yang dirancang agar lebih berskala, lebih mudah diberikan, dan lebih sederhana untuk didistribusikan.

Oravax adalah usaha gabungan dua firma, yakni perusahaan Israel-Amerika Oramed dan perusahaan India Premas Biotech.

Nadav Kidron, CEO Oramed mengatakan, “Vaksin oral memungkinkan orang untuk mengonsumsi vaksin sendiri di rumah”.

Kidron menambahkan, vaksin pil dapat disimpan pada suhu kamar. “Dengan begitu vaksin pil lebih mudah didapatkan di mana pun di seluruh dunia,” imbuhnya seperti dilaporkan Jerusalem Post.

“Vaksin tersebut dapat dikirim dalam lemari es biasa dan disimpan pada suhu kamar, sehingga lebih mudah secara logistik untuk mendapatkannya di mana pun di seluruh dunia”, katanya.

Terkait hal tersebut, Prof Paul Hunter selaku Profesor Kedokteran di University of East Anglia mengingatkan sikap kehati-hatian dalam pengembangan vaksin oral ini.

Paul menuturkan, “Kita membutuhkan studi yang benar untuk membuktikan manfaat vaksin oral. Tapi vaksin semacam ini mungkin juga bermanfaat bagi orang yang fobia jarum suntik, dan cara ini mungkin bisa lebih mudah dan lebih cepat untuk diberikan”.

Ia juga menyampaikan bahwa vaksin Corona dalam bentuk oral mungkin juga dapat menawarkan manfaat lain dibandingkan vaksin yang disuntikkan di lengan.

“Vaksin sistemik (suntikan di lengan) umumnya sangat baik dalam mencegah penyakit yang parah, tetapi mungkin tidak bagus dalam mencegah infeksi”, ungkapnya.

Tags: , ,