Viral Transaksi Jual Beli di Pasar Depok Pakai Dinar-Dirham

Viral Transaksi Jual Beli di Pasar Depok Pakai Dinar-Dirham

Pasar Muamalah, Depok, Jawa Barat, yang melakukan transaksi jual beli menggunakan pecahan koin dirham dan dinar, menjadi sorotan dari banyak pihak.

Pasalnya, transaksi jual beli di “pasar” yang sebenarnya merupakan sebuah ruko tersebut tidak menggunakan mata uang rupiah, melainkan koin dinar dan dirham.

Seperti yang diketahui, dinar dan dirham sendiri merupakan dua mata uang yang digunakan di sejumlah negara di jazirah Arab.

Lurah Tanah Baru Zakky Fauzan membenarkan bahwa telah terjadi transaksi “secara muamalah” di tempat itu.

Pada hari Kamis (28/1/2021) kemarin, Zakky menuturkan, “Saat ini di lokasi sedang ada peninjauan oleh aparat kejaksaan, didampingi oleh kasi pemerintahan kelurahan”.

Sementara itu, pedagang di lokasi akhirnya turut angkat bicara.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

Anto -salah satu pedagang- menyampaikan bahwa transaksi menggunakan dinar dan dirham tidak wajib. Sistem niaga di sana bisa menggunakan sistem barter atau saling tukar barang sesuai nilai transaksi.

Pada hari Jumat (29/1/2021) kemarin, Anto mengatakan, “Itu (dinar dirham) kalau yang bisa saja, yang bisa ya bisa. Yang enggak bisa, bisa barter barang”.

Kegiatan jual beli itu biasanya berlangsung setiap hari Minggu dan berupa bazar, bukan pasar pada umumnya.

Hal lain yang membedakan yakni para pedagang yang terlibat tidak dikenakan biaya sewa lapak. Itu mengikuti zaman Rasulullah.

“Syarat enggak ada. Di sini kan bebas, bebas sewa, enggak dipungut biaya. Dari kalangan mana saja mereka boleh dagang”, jelasnya.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

Ia juga menambahkan bahwa pedagang yang hadir tidak hanya dari Depok, tetapi juga ada yang sengaja datang dari Jakarta dan daerah penyangga lainnya.

“Konsepnya kebebasan saja. Pakai apa saja”, katanya.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) pada 28 Januari 2021 kemarin juga mengeluarkan pernyataan resmi terkait penggunaan alat pembayaran selain Rupiah di masyarakat.

BI menegaskan bahwa berdasarkan Pasal 23 B UUD 1945 jo Pasal 1 angka 1 dan angka 2, Pasal 2 ayat (1) serta Pasal 21 ayat (1) UU Mata Uang, Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Tags: , ,