Vonis Pelaku Kekerasan Mertodranan Solo Lebih Rendah Dari Tuntutan Jaksa

Vonis Pelaku Kekerasan Mertodranan Solo Lebih Rendah Dari Tuntutan Jaksa

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus kekerasan di Mertodranan, Pasar Kliwon, Kota Solo terjadi pada 8 Agustus lalu.

Saat itu sekelompok orang mendatangi rumah keluarga almarhum Segaf bin Jufri dan membubarkan acara doa bersama, yang menjadi rangkaian acara menjelang pernikahan. Tiga orang mengalami luka-luka dalam kejadian itu.

Kini, sebanyak 12 pelaku kekerasan pada acara tersebut telah dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang,

Pada hari Kamis (4/2/2021) kemarin, sidang putusan atau vonis kepada para pelaku itu digelar di PN Semarang.

Eko Budi Supriyanto selaku pegawai Humas PN Semarang menyampaikan bahwa para terdakwa dinyatakan bersalah dan dijerat pasal 160 KUHP dan 170 KUHP karena terbukti menghasut dan melakukan tindak kekerasan secara bersama-sama.

Baca Juga:  Kaesang Janjikan Bintang Piala Menpora Untuk Persis Solo

Eko mengatakan, “Terhadap keputusan hakim itu, baik terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir-pikir”.

Dalam sidang putusan tersebut, rata-rata pelaku dijatuhi hukuman penjara 10 bulan dan vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa.

Pada sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman penjara bervariatif mulai dari 1 tahun 3 bulan, 1 tahun 10 bulan, dan 2 tahun.

Tetapi dalam putusannya majelis hakim memvonis para terdakwa dengan hukuman penjara mulai dari 8 bulan, 10 bulan, hingga 1 tahun.

Vonis 1 tahun penjara diberikan kepada dua terdakwa yakni Sugianto alias Romdlon dan Budi Doyo, atau lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 2 tahun penjara.

Sementara untuk Tri Hartono, Mochammad Syakir, Muhamad Misran, Wahyudin, Arif Nugroho, Maryanto, Sutanto dan Muhamad Lazmudin, divonis 10 bulan atau lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 1 tahun 6 bulan.

Baca Juga:  Mobil dengan Pelat Palsu Terekam Kamera Tilang Elektronik di Solo

Dan dua terdakwa lainnya, Surono dan Agus Nugroho dijatuhi hukuman 8 bulan penjara, atau lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 1 tahun 3 bulan.

Ary B. Soenardi -Kuasa hukum para terdakwa- mengaku kecewa dengan putusan tersebut.

Meski, kliennya dijatuhi hukuman lebih rendah dari tuntutan JPU.

Ary mengatakan, ‚ÄúDalam sidang ini terdakwa telah menyatakan tidak bersalah. Oleh karena itu, kami pikir-pikir (vonis hakim)”.

Tags: , ,