Wali Kota Solo: RUU Minuman Beralkohol Berdampak ke Pariwisata

Wali Kota Solo: RUU Minuman Beralkohol Berdampak ke Pariwisata

FX Hadi Rudyatmo -Wali Kota Solo- turut angkat bicara terkait RUU Minuman Beralkohol yang sedang dibahas oleh DPR RI.

Menurutnya, regulasi tersebut akan berdampak pada pariwisata di Kota Solo.

Selama ini, minuman beralkohol hanya disediakan di tempat-tempat tertentu, seperti hotel berbintang, kafe dan bar.

Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu tidak menampik jika banyak wisatawan yang biasa mencari minuman beralkohol.

Pada hari Jumat (13/11/2020) ini, Rudy menuturkan, “Dampaknya kepada yang mau ke hotel, wisatawan yang butuh minuman alkohol. Kan bakal pengaruh ke kunjungan wisata”.

Tetapi, pihaknya mengaku siap menurunkan regulasi tersebut jika sudah disahkan menjadi UU.

Rudy masih akan melihat isi RUU yang sedang dibahas DPR RI tersebut.

Baca Juga:  Bantu Tahapan Penyelenggara Pilkada, KPU Solo Sertifikasi 9 Lembaga Survei

Ia menjelaskan, “Ini kan masih dibahas di sana. Kita lihat dulu. Tapi kita siap turunkan menjadi Perda jika nanti sudah disahkan jadi UU”.

Selama ini, Kota Solo sendiri belum memiliki perda terkait minuman beralkohol. Problemnya yakni masalah istilah pengaturan atau pelarangan.

Rudy menuturkan, “Perda sebelumnya ada tarik ulur antara pelarangan dan pengaturan. Kalau UU nanti mengatur ya perda kita mengatur, bukan melarang. Tapi kalau UU melarang, ya akan kita ikuti”.

Di sisi lain, Budi Prasetyo selaku Ketua DPRD Solo membenarkan perda tentang minuman beralkohol masih menjadi pro dan kontra.

Budi mengatakan, “Pembahasan perda kita sudah lama terhenti karena pro kontra antara pengaturan dan pelarangan”.

Mengenai soal dampak, ia mengaku belum bisa memperkirakan. Hal tersebut akan dibahas lebih lanjut sambil menunggu RUU disahkan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Karanganyar Hanya Imbau Soal Pola Tanam

“Karena di DPR RI masih dibahas ya, kita masih lihat dulu. Belum tahu dampaknya apa,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, Badan Legislasi DPR tengah membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol. Sanksi pidana atau denda bagi peminum minuman beralkohol turut diatur.

RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol merupakan usulan dari beberapa anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerindra.

Tujuan disodorkannya RUU ini diklaim untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang timbul dari minuman beralkohol.

Incoming search terms:

  • RUU tentang pariwisata di Sukoharjo
Tags: , ,