Wali Kota Sudah Klarifikasi Soal Karantina Tapi Perhotelan Solo Tetap Rugi Bandar

Meskipun Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, sudah memberikan klarifikasi perihal kebijakan karantina di Kota Solo melalui akun Instagram @humaspemkotsurakarta bahwa karantina wajib hanya diberikan kepada pemudik atau perantau asal Solo yang sudah bekerja bertahun-tahun di luar kota Solo yang nekat pulang pada momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sektor industri pariwisata khususnya perhotelan tetap dirugikan karena banyaknya pembatalan yang dilakukan oleh tamu mereka.

Soloraya.id menghubungi beberapa hotel di Solo dan sekitarnya terkait imbas yang dirasakan akibat kebijakan Wali Kota Solo yang berubah-ubah terkait karantina selama Nataru. Public Relation & Event Manager Alila Hotel Solo (Disingkat: Alila Solo), Tesa Pujiastuti, menyampaikan bahwa tingkat pembatalan reservasi tamu di hotelnya mencapai 50 persen.

“Sudah tidak mau lagi balik ke Solo untuk liburan, mereka memilih refund dan pergi ke kota lain. Bahkan ada tamu yang minta surat kerterangan dari kami (Alila Solo) bahwa mereka tidak akan dikarantina jika masih menginginkan kedatangan mereka”, jelas Tesa kepada Soloraya.id melalui pesan instan WhatsApp.

Pihaknya sudah semaksimal mungkin untuk meyakinkan tamu bahwa Solo aman untuk dikunjungi dengan memberikan update berita tapi tamu tetap tidak mau datang dengan alasan “daripada liburan tidak tenang”.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Hal yang sama dirasakan oleh Hotel Solia Zigna Laweyan. Public Relation dari Solia Zigna Laweyan, Yasodhara Cakasana, mengatakan bahwa pihaknya sangat dirugikan dengan pernyataan Wali Kota yang berubah-ubah terkait kebijakan karantina itu. Angka pembatalan tercatat 20-30 persen, baik dari individu maupun kelompok.

Selain itu ada Hotel Best Western Premier (BWP) Solo Baru yang juga ikut terkena imbas dari pernyataan Wali Kota terkait kebijakan karantina. Dihubungi oleh Soloraya.id, Public Relation BWP Solo Baru, Roshyana Meyda Sufrian mengatakan bahwa angka pembatalan terhitung 40 persen. Hotel BWP sendiri berada di luar area Kota Solo, tepatnya di Kabupaten Sukoharjo. Secara spesifik jarak lokasi hotel berada di titik 2,3 Km dari batas Kota Solo di sisi selatan.

Akrab disapa Roshy, dirinya dan pihak manajemen hotel sudah mencoba meyakinkan para tamu untuk tidak khawatir  karena mengingat kebijakan itu hanya berlaku di Kota Solo sedangkan hotelnya berada di area Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, Ketua Humas Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Solo, Sistho A. Sreshtho, menjelaskan sebelumnya bahwa industri perhotelan Solo sudah dihantam bertubi-tubi menjelang akhir tahun ini, mulai dari pemangkasan libur Nataru, isu karantina wilayah hingga kebijakan karantina yang sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga menargetkan wisatawan yang berkunjung dan bahkan yang melintas kota Solo.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Sistho yang juga General Manager The Alana Hotel & Convention Solo mengaku bahwa meski hotelnya berada di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, hotelnya juga terkena imbas dimana tercatat adanya pembatalan setiap harinya karena para tamunya takut jika melintas kota Solo bakal dikarantina.

Dirinya mengatakan bahwa industri perhotelan sudah mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat jika tamu masih belum berani berkunjung, jadinya sia-sia upaya prokes dijalankan.

Sementara itu diberitakan sebelumnya bahwa kebijakan karantina di Kota Solo masih dalam tahap penggodokan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo yang juga Ketua Satuan Pelaksana Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Solo, Ir. Ahyani., M.A, mengatakan bahwa Pemkot Solo akan merampungkan Surat Edaran (SE) terkait karantina dan akan selesai pada 16 Desember mendatang.

Dirinya juga mengatakan bahwa akan melibatkan pihak-pihak terkait, khususnya dalam hal ini adalah PHRI dan pelaku wisata lainnya yang terdampak paling besar oleh kebijakan karantina yang bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19 yang semakin masif di Kota Bengawan.

Tags: , ,