Walikota Solo yang Baru Belum Bisa Lakukan Programnya di Tahun Pertama

Walikota baru hasil Pilkada Solo 2020 hanya akan bisa menjalankan program yang disusun Wali Kota saat ini FX Hadi Rudyatmo. Masa jabatan Rudy sendiri, sapaan akrabnya, baru akan berakhir pada 17 Februari 2021.

Calon pengganti Rudy, entah itu Gibran Rakabuming Raka dari PDIP atau pun Bagyo Wahyono dari jalur perseorangan perkiraannya belum akan mampu mengubah Solo secara signifikan.

Sebab, mereka tidak terlibat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Solo 2021. APBD tahun depan yang sudah disetujui eksekutif dan DPRD Solo pada Jumat (23/10/2020) masih menjadi kewenangan Rudy.

Walikota baru hasil Pilkada Solo baru bisa memasukkan sebagian visi, misi, dan program unggulannya paling cepat saat APBD Perubahan 2021. Tapi karena bersifat perubahan, belum banyak visi, misi, dan program unggulan dari wali kota baru yang akan masuk.

Baca Juga:  Mantan Napi Kasus Bom Bali Ajukan Permintaan Khusus Kepada Gibran, Apa Itu?

Pengamat politik dari UNS Solo, Agus Riewanto, mengakui hal tersebut dan dirinya mengatakan “Iya, betul. Karena proses penganggaran untuk tahun berjalan ada pada wali kota sebelumnya,” tuturnya.

Agus menjelaskan selama ini pejabat baru memang belum bisa menjalankan visi, misi, dan program unggulannya pada tahun pertama memimpin. “Tahun pertama siapa pun wali kotanya memang belum bisa berbuat apa-apa,” imbuhnya.

Sebelumnya, APBD Kota Solo 2021 telah mendapat persetujuan bersama eksekutif dan DPRD Solo dengan penandatanganan, Jumat (23/10/2020). Saat ini, APBD Solo 2021 sedang evaluasi oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, pada Kamis (12/11/2020), menyatakan evaluasi oleh Gubernur belum selesai. “Belum ada. Dari Pemkot juga belum ada info,” katanya.

Tags: , ,