Warga Kena Rel Layang Joglo Solo Wajib Pindah Sebelum Juli

Warga Kena Rel Layang Joglo Solo Wajib Pindah Sebelum Juli

Balai Teknik Perkeretaapian (BTPK) Wilayah I Jawa Tengah mengaku, bahwa pihaknya tak memiliki kewenangan terkait pemberian kelonggaran waktu kepindahan bagi 523 warga yang terdampak pembangunan rel layang Joglo

Hunian-hunian milik para warga tersebut sudah diukur dan akan dihitung nilai ganti ruginya oleh tim appraisal.

Pada hari Rabu (21/4/2021), Bayu Nur selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Teknis dan Pengadaan Tanah Rel Layang Joglo mengatakan, “Pelaksananya adalah tim dari Gubernur Jawa Tengah. Kami hanya meminta bantuan penanganan dampak sosial”.

Pihaknya menjelaskan bahwa uang santunan sudah diatur dalam PP No 62/2018 dan Peraturan Menteri ATR/BPN No 6/2020.

Mengenai item apa saja yang ada dalam regulasi terkait nilai kewenangan mutlak menjadi keputusan tim appraisal.

Ia menjelaskan, “Kami hanya bertugas menyiapkan penetapan lokasi untuk pengadaan lahannya. Jadi ada pengadaan tanah untuk mendukung jalur ganda Semarang-Solo fase 1. Kebijakan memundurkan jadwal pindah bukan pada kami”.

Penanganan dampak sosial atau penertiban warga terdampak rel layang Joglo, Solo, itu sudah disosialisasikan oleh tim gubernur di tiga kelurahan, yakni Joglo, Nusukan, dan Gilingan.

Secara teknis, area pembangunan bakal diminta bersih dari hunian setelah dilakukan pembayaran ganti rugi yang ditargetkan pada Juni.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Kementerian Perhubungan berencana akan mengerjakan proyek elevated rail (rel layang) untuk mengurai kemacetan yang ada di kawasan Simpang Joglo, Solo.

Rel layang yang direncanakan sepanjang 3 kilometer tersebut melintasi Stasiun Solo Balapan, viaduk Gilingan, dan simpang Joglo.

Namun, dalam proyek tersebut diperkirakan ada ratusan bangunan yang akan terdampak.

Tags: , ,