Warga Klaten Jual Sapi Demi Beli Air Bersih Saat Kemarau

Warga Klaten Jual Sapi Demi Beli Air Bersih Saat Kemarau

Ratusan keluarga di Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dua bulan terakhir membeli air bersih karena wilayah setempat telah mengalami krisis air bersih yang rutin terjadi di musim kemarau.

Air bersih dibeli warga Kendalsari dari para penyedia jasa pembelian air bersih yang mengambil air dari sumber-sumber mata air di Klaten menggunakan truk tangki.

Untuk mendapatkan air bersih 5.000 liter, warga Kendalsari mengeluarkan biaya Rp170.000-Rp200.000. Sementara, untuk air bersih sekitar 8.000 liter harganya Rp200.000-Rp250.000.

Kepala Desa (Kades) Kendalsari, Supadi, mengatakan setidaknya ada 500 keluarga di wilayah Dukuh Trayu, Kembangbener, dan Kaligentong terdampak krisis air bersih.

“Kami sudah mengajukan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan dari BPBD sudah memberikan bantuan setiap tiga hari sekali. Saban pengiriman, BPBD memberikan tiga hingga empat tangki air bersih,” ujar Supadi, hari Rabu (12/8/2020).

Baca Juga:  Warga Solo Keluhkan Kenaikan PBB Tahun 2023

Supadi menjelaskan air bantuan BPBD Klaten dipasok ke fasilitas umum serta bak penampungan umum di tengah permukiman. Supadi menjelaskan ada pula warga yang biasa menjual sapi milik mereka. Selain membeli untuk air bersih, hasil penjualan sapi digunakan untuk membeli pedet atau anak sapi hingga pakan ternak.

Pasalnya, saat kemarau tiba warga kesulitan untuk mendapatkan rumput pakan ternak. Alhasil, muncul istilah pedet mangan sapi.

“Saat musim seperti ini sumber makanan sapi juga sulit didapatkan,” ucap Supadi.

Supadi mengatakan upaya untuk mengatasi permasalahan krisis air bersih yang sudah menjadi bencana tahunan di Kendalsari sudah dilakukan. Sekitar 2008 lalu, terbangun sumur Pamsimas yang hingga kini bisa dimanfaatkan sekitar 1.000 jiwa warga Kendalsari.

Baca Juga:  Pembangunan JPO Manahan untuk Mempermudah Pejalan Kaki dan Pesepeda

Salah satu warga Dukuh Kaligentong, Kendalsari, Parmin, 36, mengatakan sudah membeli air sekitar sebulan terakhir. Harga per tangki air bersih sekitar 5.000 liter sekitar Rp170.000.

“Biasanya itu bisa digunakan untuk 14-15 hari. Yang paling boros itu untuk kebutuhan mencuci,” tutupnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan hingga Selasa (11/8) BPBD sudah menyalurkan air bersih sebanyak 1 juta liter atau setara 204 tangki ke tujuh desa di dua kecamatan, yakni Kemalang dan Jatinom.

Tags: , ,