Warga Laweyan Solo Tewas Tertabrak Kereta Api, Diduga Karena Depresi

Warga Laweyan Tewas Tertabrak Kereta, Diduga Karena Depresi

Seorang warga Kelurahan Laweyan, Kota Solo, BW, 52, ditemukan tewas setelah tertabrak kereta api di jalur perlintasan wilayah Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/9/2020) pukul 18.18 WIB. Polisi menduga korban tewas karena bunuh diri.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di perlintasan rel kereta api kilometer 256 + 0 atau di sekitar Desa Dagen, Kecamatan Jaten. Kecelakaan melibatkan kereta api Sri Tanjung rute Banyuwangi-Yogyakarta PP.

Iptu Achmad Riedwan Prevoost, Kapolsek Jaten mewakili AKBP Leganek Mawardi, Kapolres Karanganyar menyampaikan menyampaikan telah mendapat laporan dari petugas penjaga pengatur kereta api (PPKA) tentang kecelakaan tersebut. Petugas PPKA menerima laporan dari masinis kereta api bahwa kereta api Sri Tanjung telah menabrak seseorang.

Baca Juga:  Terduga Pembunuh Wanita Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo Tertangkap

“Menurut pengakuan masinis kepada PPKA itu ada seseorang duduk di rel kereta api. Orang itu tertabrak Kereta Api Sri Tanjung. Masinis melapor ke PPKA lalu PPKA melapor ke Polsek Jaten. Korban tertabrak dan terseret sejauh 110 meter,” kata Prevoost sapaan akrabnya, Minggu (27/9/2020).

Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) untuk mendapatkan visum luar. Jenazah berhasil didentifikasi sebagai warga Laweyan. Hasil identifikasi disampaikan kepada pihak keluarga. Polisi menduga korban melakukan bunuh diri.

“Kami klarifikasi kepada pihak keluarga bahwa korban memiliki riwayat depresi. Sudah lama diderita dan kambuh ketika mengalami persoalan. Kerabat korban juga memiliki kondisi serupa. Menurut keluarga, korban ini pergi dari rumah sejak Jumat [25/9/2020] pukul 22.00 WIB,” tutur Prevoost.

Baca Juga:  Suami Ditahan Karena Tangkap Maling, Istri Histeris di Kejari Klaten

Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.

Tags: , ,