Waskita Karya Jadi Kontraktor Proyek Masjid Raya Sheikh Zayed

Waskita Karya Jadi Kontraktor Proyek Masjid Raya Sheikh Zayed

Salah satu badan usaha milik negara (BUMN) akhirnya diserahkan tanggung jawab untuk membangun masjid hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al-Nahyan untuk Presiden Jokowi, yakni Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo.

PT Waskita Karya mengumumkan kontrak pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed pada Selasa 27 April 2021. Masjid hadiah dari Pangeran Arab untuk Jokowi itu akan memiliki kapasitas jemaah hingga 12.000 orang.

Pengerjaan masjid tiruan atau replika dari Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi ini akan memakan waktu selama 15 bulan dan akan selesai pada akhir bulan Agustus 2022.

Bangunan utama dari masjid tersebut memiliki luas bangunan 8.400 meter persegi (m2), dengan kapasitas daya tampung hingga 12.000 jamaah.

Masjid replika ini juga memiliki luas area lanskap 24.600 m2 yang berfungsi sebagai lahan hijau, sedangkan area parkir dan jalan seluas 3.500 m2 untuk jalan kendaraan serta area parkir bus, mobil, dan motor.

Perusahaan infrastruktur pelat merah itu telah memiliki banyak pengalaman dalam membangun masjid, pada proyek ini akan melaksanakan 9 lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, elektronik, special lighting, lanskap dan furniture.

Pada Selasa (27/4/2021) kemarin, I Ketut Pasek Senjaya selaku Director of Operation I Waskita mengatakan, “Desain masjid ini mirip Grand Mosque di Abu Dhabi, Ibukota UEA dengan kapasitas 12.000 jemaah”.

Replika masjid tersebut memiliki empat menara menjulang, satu kubah utama, dikelilingi kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan Timur Tengah.

“Masjid yang dibangun dengan hibah penuh dari UEA ini kelak bukan hanya menjadi tempat ibadah, pusat kegiatan dakwah, sosial, dan pembinaan umat, melainkan juga bakal menjadi destinasi wisata religi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian masjid,” ujarnya.

Kontrak pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sebenarnya sudah ditandatangani sejak Jumat 23 April 2021, namun baru diumumkan secara resmi melalui akun Instagram @waskita_karya empat hari setelahnya.

Seperti yang diketahui, peletakan batu pertama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sudah dilaksanakan sejak sebulan lalu.

Dari pihak UEA, upacara peletakan batu pertama dihadiri oleh Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al-Mazroui, dan Ketua Umum Urusan dan Wakaf Islam Dr. Mohammed Al-Kaabi.

Sementara dari Indonesia, dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Tags: , ,