Wayang Orang Sriwedari, Tak Lekang Oleh Waktu

Pertunjukan Wayang Wong Sriwedari Solo

Wayang Wong atau Wayang Orang Sriwedari adalah salah satu jenis teater tradisional Jawa yang merupakan gabungan antara seni drama yang berkembang dalam budaya Barat dengan pertunjukan wayang yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan Jawa.

Oleh karena itu, dalam membawakannya tidak lagi dengan boneka atau wayang, namun diperankan oleh orang dengan riasan dan kostum seperti tokoh pewayangan.

Cerita dalam pementasan wayang Orang Sriwedari memuat kisah-kisah pewayangan dari Mahabharata ataupun Ramayana. Terkadang, muncul juga tokoh Punakawan sebagai bentuk penggambaran kawulo alit untuk mencairkan cerita yang sedang berjalan. Wayang Orang sendiri diciptakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya I (1757-1795).

Wayang Orang Sriwedari

Wayang Wong Sriwedari menjadi salah satu tradisi yang terkenal dan masih terjaga hingga saat ini di Kota Solo. Wayang Orang Sriwedari berdiri pada tahun 1911 dan merupakan kelompok budaya komersial pertama dalam bidang seni wayang orang. Namun, penyelenggaraan pertunjukan wayang orang secara komersial baru mulai pada tahun 1922.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Jembatan Mojo Sudah Dimulai, Hanya Kendaraan Roda 2 yang Bisa Lewat

Pada tahun 1932, perkembangan Wayang Uwong Sriwedari di tengah masyarakat semakin populer dengan munculnya siaran di Solosche Radio Vereeniging. Sejak saat itu, Wayang Orang Sriwedari mendapat sambutan besar dari masyarakat Solo.

Pada awalnya, Wayang Sriwedari diadakan dalam komplek Pura Mangkunegaran. Tetapi, krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1896, sepeninggal Mangkunegaran V yang wafat karena sakit parah. Oleh sebab itu, para pemain wayang orang banyak yang diberhentikan. Meski demikian, pertunjukan wayang orang tetap berjalan, namun dengan cara yang berbeda, yaitu keliling dari kampung ke kampung.

Hingga, raja memberi perintah agar Wayang Orang Sriwedari, ditempatkan di Taman Sriwedari atau dikenal juga dengan Bon Rojo (Kebon Rojo). Bangunan ini dibangun pada era Pakubuwana X, yang mulanya digunakan untuk tempat bersantai raja.

Pembangunan Gedung Wayang Orang Sriwedari terus dilakukan, pada tahun 1928-1930 dibangun gedung permanen yang mampu menampung sekitar 500 penonton. Melihat, antusiasme penonton yang semakin banyak, kemudian pembangunan gedung dilanjutkan kembali di tahun 1951, sehingga mampu menampung 1000 penonton.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

Jadwal Wayang Orang Sriwedari

Kesenian Wayang Orang Solo masih lestari dan hidup hingga sekarang. Solo sebagai kota budaya, mendorong Pemkot Solo dan seniman agar selalu mempertahankan nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas Kota Solo, salah satunya Wayang Orang ini.

Wayang Orang yang masih tetap tumbuh di Kota Solo, yaitu Wayang Orang Sriwedari. Jadwal Wayang Sriwedari setiap hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, pada pukul 19.30 WIB. Dengan biaya tiket masuk sebesar Rp10.000,- per orang. Dipentaskan di Gedung Wayang Orang, kompleks Taman Sriwedari, Jalan Kebangkitan Nasional No. 15 Solo.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai Wayang Orang Sriwedari, silakan mengunjungi akun Instagram @wayang_orang_sriwedari.

Tags: , ,