WhatsApp Humas Tim Paslon Bajo Dibajak

WhatsApp Humas Tim Paslon Bajo Dibajak

Sejak hari Kamis (12/11/2020) kemarin, nomor WhatsApp Humas Tim Paslon Bajo yakni Hendri Hendradi dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari nomor 081248510xxx milik WhatsApp Hendri Hendradi tersebut, tersebar sebuah pesan kepada sejumlah rekan wartawan dan kepada anggota Tikus Pithi yang mengatakan ingin meminjam sejumlah uang.

Pesan yang disebar berbunyi “Lagi di mana? Bisa minta tolong dulu sebentar. Punya saldo di ATM-nya bisa saya pinjam dulu buat transfer, besok pagi saya ganti paling lambat jam 09.00 WIB. 3 juta besok saya ganti 3,3 juta“.

Hendri pada Jumat (13/11/2020) kemarin menjelaskan bahwa sebelum dibajak, dirinya mengaku mendapat pesan WhatsApp dari salah seorang yang tidak dikenali identitasnya.

Orang tersebut kemudian mengirimkan sebuah pesan yang berisi tawaran untuk bergabung ke dalam sebuah grup.

Hendri menuturkan, “Pertama yang jelas saya masih konfirmasi terkait agenda untuk besok. Terus ada WA masuk, enggak tahu dari siapa, enggak ada namanya masih nomor tok. Sempat baca intinya menawarkan grup, cuma tidak saya balesi. Saya ganti ke chat lainnya, tahu-tahu hilang WhatsApp saya”.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Tetap Bisa Nyoblos Saat Pilkada Berlangsung

Usai WhatsApp-nya hilang Hendri lalu berusaha untuk meng-uninstall aplikasi WhatsApp pada selularnya tersebut, kemudian ia meng-install-nya kembali. Ketika di-install ulang diminta untuk memverifikasi kode WhatsApp.

Tetapi, ketika dirinya mencoba untuk memasukkan kode verifikasi WhatsApp tersebut tidak dapat tersambung dan tidak dapat langsung masuk tahapan selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, Hendri mendapatkan telepon dari anggota Tikus Pithi yang berasal dari Toraja, memberitahukan bahwa ada WhatsApp dari nomornya yang berisi meminta pinjaman sejumlah uang.

Setelah mendapatkan kabar tersebut, secara beruntun ia kemudian mendapatkan kabar dari anggota Tikus Pithi dari kota-kota lain.

Hendri menjelaskan, “Menurut SOC dari teman media ini canggih ya. Jadi bukan hanya sekadar disadap, akan tetapi memang diambil WhatsAppnya. Aplikasi WhatsAppnya diverifikasi 2 langkah. Tadi sudah dicoba untuk dikembalikkan tetapi baru 6 hari lagi, WhatsApp itu bisa aktif kembali. Kita berbaik sangka saja ini urusan pribadi, kebetulan momentumnya pas Pilkada”.

Baca Juga:  Digelar 3 Desember 2020 Mendatang, Apa Beda Debat Kedua Gibran-Teguh Vs Bajo?

Dalam momen itu, Hendri juga memohon maaf kepada rekan wartawan yang telah di-chat menggunakan nomor WhatsAppnya. Ia menegaskan bahwa itu murni bukan chat darinya.

Hendri menuturkan, “Pertama saya mohon maaf ke teman-teman media yang sudah di chat oleh nomor saya. Saya minta maaf itu murni bukan dari saya. Sejak tadi malam, saya sudah tidak menggunakan nomor itu, tapi nomor selulernya bisa, masih bisa ditelepon”.

Tags: , ,