Wisata Alam di Klaten Dibuka, Pengunjung Wajib Screening

Objek wisata di Klaten mulai wisata alam hingga wisata air sudah kembali dibuka dengan menerapkan aneka protokol kesehatan. Mulai dari kewajiban mematuhi 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) hingga pembatasan jumlah pengunjung dan mengisi formulir yang berisi identitas diri pengunjung, riwayat kesehatan, serta riwayat perjalanan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, menjelaskan bahwa seluruh pengelola objek wisata sudah diminta mematuhi ketentuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama beroperasi.

Yakni termasuk menyediakan fasilitas screening melalui self assessment atau penilaian mandiri.

Hal itu dilakukan untuk memudahkan pemetaan kondisi pengunjung mulai dari riwayat perjalanan hingga kondisi kesehatan mereka.

“Memang semestinya sudah menjadi kewajiban bagi pengelola melakukan screening. Tetapi memang untuk lebih amannya pengelola dan pengunjung tetap melakukan screening,” kata Nugroho, Kamis (05/11/2020).

Baca Juga:  Angka Kasus Covid-19 Solo Meledak, Sehari Tambah 100 Kasus Baru

Nugroho mengatakan penerapan screening itu menjadi kebiasaan baru di masing-masing lokasi objek wisata selain penerapan protokol kesehatan lainnya.

Dia berharap dengan seluruh perangkat protokol kesehatan dipatuhi, risiko munculnya klaster persebaran Covid-19 di objek wisata bisa dicegah sejak dini.

“Kami mengimbau masyarakat agar disiplin mematuhi anjuran untuk selalu mentaati protokol kesehatan. Ini tidak lain demi menjaga diri sendiri, maupun untuk orang lain,” kata Nugroho.

Berdasarkan pantauan, screening melalui self assessment itu dilakukan di sejumlah objek wisata. Seperti di objek wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, yang hanya dibuka pada Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional mulai Minggu (01/11/2020).

Di pintu masuk objek wisata alam itu, pengunjung wajib mengisi formulir untuk pendataan diri mulai dari identitas diri, riwayat perjalanan, serta riwayat kesehatan. Selain pengisian mandiri secara manual, para pengunjung bisa melakukan pengisian secara online melalui formulir google form.

Di Umbul Ponggok, pengelola juga mewajibkan setiap pengunjung mengisi formulir self assessment yang disediakan di lokasi. Pengelola berencana menyediakan formulir self assessment yang bisa diakses secara online.

Baca Juga:  OJK Solo Jadwal Ulang Pertemuan Dengan Maybank Karena Nasabah Absen

Kepala Divisi Wisata Berdesa BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok, Suyantoko, menjelaskan digitaliasi mulai diterapkan di kawasan Umbul Ponggok. Saat ini, pengelola umbul itu menerapkan sistem pembelian tiket secara online meskipun pembelian tiket secara manual tetap dilayani.

Selain itu, ada rencana menggulirkan formulir self assessment secara online. Sistem secara online mulai diterapkan untuk mengurangi kontak langsung sebagai salah satu pencegahan persebaran Covid-19.

Tags: , ,